Siklus Jambi
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • HUKRIM
  • KABAR TNI/ POLRI
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • HUKRIM
  • KABAR TNI/ POLRI
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK
Siklus Jambi
No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • HUKRIM
  • KABAR TNI/ POLRI
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK

PETI Resahkan Warga Tebo, DPRD Jambi Dorong Penetapan WPR

by admin
15/07/2026
in ADVERTORIAL, DAERAH, POLITIK
0

Siklusjambi.id – Maraknya aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di sejumlah wilayah Jambi kembali menjadi perhatian. DPRD Provinsi Jambi mendorong pemerintah daerah segera menetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sebagai langkah untuk menata aktivitas pertambangan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.

Anggota DPRD Provinsi Jambi, Ansori mengatakan, pemerintah perlu mengambil langkah konkret agar aktivitas pertambangan yang selama ini berlangsung di luar ketentuan tidak terus berkembang tanpa pengawasan.

Baca juga

DPRD Jambi Terima Nota Keuangan RAPBD 2027, Pendapatan Ditargetkan Rp3,95 Triliun

05/10/2026

HUT ke-81 TNI, Ketua DPRD Jambi Ikuti Upacara Bersama Forkopimda

05/10/2026

Ketua DPRD Jambi Hadiri Syukuran HUT ke-81 TNI di Korem 042/Gapu

05/10/2026

DPRD Provinsi Jambi Kaji Perda Karhutla, Aturan Pemanfaatan Lahan Terbakar Jadi Perhatian

24/09/2026

Menurutnya, penetapan WPR dapat menjadi salah satu opsi untuk menata kegiatan pertambangan rakyat sekaligus mencegah persoalan sosial dan lingkungan yang lebih luas.

“Kita minta pemerintah daerah secepatnya mencarikan solusi, salah satunya menetapkan WPR agar tidak menjadi bom waktu,” kata Ansori di Kota Jambi, Rabu (15/7/2026).

Ansori mencontohkan aktivitas PETI di Desa Teluk Langkap, Kabupaten Tebo. Di wilayah tersebut, kegiatan penambangan emas menggunakan mesin diesel atau dompeng berlangsung di aliran Sungai Batanghari dan disebut telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Aktivitas tersebut bahkan mendapat penolakan dari warga setempat karena dinilai mengganggu kondisi lingkungan dan aktivitas masyarakat di sekitar sungai.

Ansori mengatakan, penetapan WPR tidak hanya berkaitan dengan aspek legalitas, tetapi juga dapat menjadi instrumen pemerintah untuk melakukan pengawasan terhadap kegiatan pertambangan rakyat.

Selain memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, pertambangan yang dikelola melalui mekanisme resmi juga dinilai berpotensi memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara maupun daerah.

“Kalau mau dilarang, larang semua. Jika tidak, buat aturan agar legal sehingga negara mendapat masukan dan masyarakat terbantu,” ujarnya.

Di sisi lain, akademisi Universitas Jambi Tedjo Sukmono mengingatkan adanya dampak ekologis dari aktivitas PETI terhadap Sungai Batanghari, terutama akibat penggunaan mesin dompeng untuk mengambil material dari dasar sungai.

Dosen Biologi tersebut mengatakan, persoalan PETI di Kabupaten Tebo bukan fenomena baru. Aktivitas tersebut telah menjadi persoalan yang berlangsung selama bertahun-tahun dan terus berkembang sejak 2012.

Menurut Tedjo, metode penambangan yang digunakan tidak hanya berupa teknik lubang jarum. Penggunaan mesin dompeng juga menjadi salah satu metode yang dilakukan dalam aktivitas penambangan di sungai.

Mesin tersebut bekerja dengan menyedot sekaligus mengaduk material di dasar sungai. Kondisi itu, menurut Tedjo, dapat mengganggu habitat alami berbagai organisme yang hidup di ekosistem perairan.

“Pertambangan menggunakan mesin dompeng di Sungai Batanghari tentu sangat mengancam habitat ikan karena menyedot dasar sungai secara langsung,” kata Tedjo.

Ia juga menyoroti tingkat kecerahan air Sungai Batanghari yang mengalami penurunan. Saat ini, cahaya matahari disebut hanya mampu menembus kedalaman air kurang dari 15 sentimeter.

Kondisi tersebut berbeda dengan sekitar tiga tahun sebelumnya, ketika penetrasi cahaya matahari ke dalam air masih mencapai sekitar 30 sentimeter.

Tedjo menilai perubahan kondisi perairan tersebut perlu menjadi perhatian karena berkaitan dengan keberlangsungan ekosistem sungai, termasuk habitat dan populasi ikan.

Berdasarkan data yang disampaikannya, pada periode 1986–1994 tercatat sekitar 300 spesies ikan di Sungai Batanghari. Kini, jumlah tersebut disebut tinggal sekitar 135 spesies.

Penurunan jumlah spesies ikan tersebut menjadi salah satu indikator yang disoroti dalam melihat perubahan kondisi ekosistem Sungai Batanghari di tengah berlangsungnya berbagai aktivitas di sepanjang aliran sungai. (Adv)

Share234Tweet146SendScan
Previous Post

DPRD Provinsi Jambi Terima Aspirasi GMNI, Tujuh Tuntutan Mahasiswa Akan Dibahas Sesuai Mekanisme

Next Post

Rock Rise Vol. VI Sukses Satukan Musisi dan Pecinta Musik Cadas dalam Satu Panggung

Artikel terkait

ADVERTORIAL

DPRD Jambi Terima Nota Keuangan RAPBD 2027, Pendapatan Ditargetkan Rp3,95 Triliun

by admin
05/10/2026
ADVERTORIAL

HUT ke-81 TNI, Ketua DPRD Jambi Ikuti Upacara Bersama Forkopimda

by admin
05/10/2026
ADVERTORIAL

Ketua DPRD Jambi Hadiri Syukuran HUT ke-81 TNI di Korem 042/Gapu

by admin
05/10/2026
ADVERTORIAL

DPRD Provinsi Jambi Kaji Perda Karhutla, Aturan Pemanfaatan Lahan Terbakar Jadi Perhatian

by admin
24/09/2026
ADVERTORIAL

Terhambat Kawasan TNKS, Anggota DPRD Jambi Dorong Solusi Jalan Sungai Penuh-Perbatasan Sumbar

by admin
22/09/2026
ADVERTORIAL

Ketua DPRD Jambi Minta OPD Bekerja Ekstra Kejar Target Pendapatan 2026

by admin
22/09/2026
Next Post

Rock Rise Vol. VI Sukses Satukan Musisi dan Pecinta Musik Cadas dalam Satu Panggung

DPRD Jambi Minta MBG Tak Hanya Penuhi Gizi, tetapi Gerakkan Ekonomi Lokal

Banggar DPRD dan TAPD Jambi Sepakati Penundaan Anggaran Rp57 Miliar ke Perubahan APBD 2026

DPRD Provinsi Jambi Minta Sinergi Pusat dan Daerah Diperkuat untuk Antisipasi Konflik Sosial

Penyusutan Debit Sungai Batanghari Mulai Berdampak, Waka DPRD Jambi Dorong Mitigasi Jangka Panjang

Discussion about this post

Berita Populer

  • Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Mulia Prianto. (Dok. Humas Polda Jambi)

    Triwulan I Tahun 2023, Polda Jambi Selamatkan 404.410 Jiwa dari Penyalahgunaan Narkotika

    625 shares
    Share 250 Tweet 156
  • Rayakan 15th Anniversary, X- Friends Jambi Siap Sambut Konser Road to TIPE-X #orcheSKA 30 Years Music Tour

    597 shares
    Share 239 Tweet 149
  • Rivan Saputra, Salah Satu Freelance LO yang Hampir Selalu Hadir di Setiap Event di Jambi

    594 shares
    Share 238 Tweet 149
  • Hadiri Harlah IKPMS ke-50, Gubernur Al Haris Puji Semangat dan Komitmen Mahasiswa Desa Simbur Naik

    592 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Jadi Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih, Ini Profil AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo

    592 shares
    Share 237 Tweet 148
  • Kemas Alfrabi Jadi Pemateri PKD ke-VII PMII Komisariat STAI Ma’arif Kota Jambi

    591 shares
    Share 236 Tweet 148
  • Kemas Alfarabi: Maknai Kemerdekaan dengan Inovasi dan Tanggung Jawab

    590 shares
    Share 236 Tweet 148

Beranda -- Disclaimer -- Hak Jawab & Koreksi Berita -- Iklan & Kerja Sama -- Kode Etik -- Pedoman Media Siber -- Redaksi -- SOP Perlindungan Wartawan -- Tentang Kami

No Result
View All Result
  • ADVERTORIAL
  • DAERAH
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
  • HUKRIM
  • KABAR TNI/ POLRI
  • NASIONAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • PEMERINTAHAN
  • PERISTIWA
  • POLITIK